Bersyukur Dan Tingkatannya

Islam

Dalam pandangan Islam, salah satu hal yang sangat dianjurkan kepada kita adalah bersyukur kepada Allah atas semua nikmat dan karunia-Nya. Tanpa diminta, Allah telah memberikan kita nikmat dan karunia yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan saking banyaknya, kita tidak akan mungkin sanggup untuk menghitungnya. Orang yang bersyukur berarti dia orang yang tahu berterimakasih.

Islam mengajarkan kita untuk bersyukur sepanjang hari. Mulai bangun dari tidur, setelah makan, minum air, dan sebagainya. Dengan cara ini, seluruh hidup seseorang berputar di sekitar rasa syukur kepada Allah. Dalam Quran Surat Ar Rahman, Allah menanyakan pertanyaan yang sama hingga tiga puluh satu kali, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Ar Rahman).

Allah telah menciptakan kita dan kemudian menciptakan dunia ini untuk kita. Kita mendapatkan manfaat dari semua ciptaan-Nya seperti matahari, bulan, awan, hujan, udara, padang rumput, hewan, tumbuhan, sungai, samudra, dan karunia alam lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Setelah menyadari semua kelimpahan ini, bagaimana mungkin orang yang berakal bisa lupa untuk bersyukur kepada Tuhan?

Pada dasarnya bersyukur merupakan ibadah hati yang relatif mudah. Hanya dibutuhkan sedikti konsentrasi hati, tidak butuh posisi atau waktu khusus. Dapat dilakukan kapan pun dan dimanapun. Seorang bijak pernah berkata bahwa rasa syukur dapat dikategorikan menjadi tiga tingkatan, yakni:

Tingkat pertama, bersyukur atas karunia Allah yang memang kita sukai. Bersyukur jenis ini adalah bersyukur tingkat paling awam, tingkatan terendah. Namun bersyukur jenis ini juga baik dan tetap perlu usaha yang istiqomah untuk membiasakannya..

Tingkatan kedua, bersyukur atas karunia yang datang dari Allah yang mungkin tidak kita sukai. Dalam pandangan Islam, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya. Jadi apabila ada sesuatu yang menimpa seorang hamba dan dia kurang menyukainya, sesungguhnya itu sudah menjadi yang terbaik yang dipilihkan oleh Allah untuknya. Bisa mensyukuri hal seperti ini merupakan tingkatan bersyukur yang jauh lebih tinggi dan baik daripada tingkat pertama tadi.

Tingkat ketiga, bersyukur kepada Allah hanya karena Allah itu sendiri. Bersyukur tingkat ini merupakan jenis syukur yang sangat sulit untuk diraih, namun bukan berarti tidak mungkin. Syukur tingkatan tertinggi ini merupakan bersyukur tanpa ada sebab kecuali karena Yang Memberikan itu sendiri. Apapun itu selama datangnya dari Allah, maka akan disyukuri.

Demikian informasi singkat mengenai bersyukur. Semoga kita semua dapat menjadi hamba yang tahu diri dan pandai untuk bersyukur.

Edukasi, LIfestyle